Main Petak Umpet Direkomendasikan Psikolog Biar Anak Tak Mudah Cemas Saat Ditinggal

Dream.co.id – Main Petak Umpet Direkomendasikan Psikolog Biar Anak Tak Mudah Cemas Saat Ditinggal Dream – Ada salah satu permainan yang sangat dianjurkan untuk rutin dimainkan oleh orangtua dan balita, yaitu petak umpet dan ciluk ba. Ayah bunda sering memainkannya di rumah bareng buah hati? Siapa sangka, dua permainan ini bisa membantu anak yang masih berusia di bawah lima tahun agar tak mudah cemas saat ditinggal. Mungkin ayah bunda seringkali kebingungan ketika harus meninggalkan si kecil untuk ke toilet. Mereka bisa jadi sangat cemas, bahkan sampai menangis histeris ketika tidak melihat orangtuanya di depan mata.Anastasia Satriyo, M.Psi., seorang psikolog keluarga, memberi penjelasan kalau anak usia di bawah tiga tahun atau batita, memang sangat mudah cemas dan menangis ketika ditinggal orang yang dikenalnya. “Anak toddler (usia 1-3 tahun) belum bisa memahami konsep waktu ‘nanti’, ‘5-10 menit lagi’. Otaknya baru memahami konsep ‘sekarang’ atau ‘now’. Otak anak toddler belum bisa dan belum mampu memahami dan membedakan ‘ini perpisahan aku ditinggal selamaya’ oleh orang yang sangat penting dan disayang anak,” ungkap Anas. Main Petak Umpet dan Ciluk Ba Menurut Anas, otak anak batita masih berkembang utama di area limbic yaitu area perkembangan emosi dan motorik. Serta area perkembangan bahasa yang sederhana, dibantu dengan gambar visual yang diulang berkali-kali. Hal tersebut baru bisa dipahami anak batita. Untuk itu, Anas sangat merekomendasikan para orangtua untuk sering main petak umpet dan ciluk ba bersama si kecil di rumah. Hal ini bisa membantunya mengingat kalau orangtua yang ‘hilang’ sebentar bukanlah hal yang menakutkan. “Lakukan lebih sering main petak umpet di lingkungan kamar atau dalam rumah yang aman dan terprediksi untuk anak toddler. Termasuk bermain melihat dan menyembunyikan benda yang ditutup kain atau taplak,” ungkap Anas. Anas menjelaskan mainan petak umpet yang diulang berkali-kali, juga cilukba akan terekam di myelin syaraf dan neuron otak batita. Nantinya secara perlahan batita mulai memahami konsep ibu yang hilang ke kamar mandi yang pintunya tertutup akan muncul dan kembali lagi”Rasa aman rasa senang dan rasa nyaman yang dirasakan otak anak saat bertemu kembali dari permainan petak umpet akan diingat otak anak dan menjadi fondasi pemahaman bahwa kalau berpisa ke kamar mandi, kantor seharian, sekolah nanti akan bertemu kembali,” ungkap Anas.Sumber: IG @anassatriyo

  

Updated: Januari 14, 2024 — 6:20 am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *